Membaca Strategi Diversifikasi Petrosea (PTRO): Dari Jasa Tambang ke Bisnis Pendukung Non-Tambang
PT Petrosea Tbk. mulai memperluas model bisnisnya melalui kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik, termasuk masuk ke sektor layanan kesehatan sebagai upaya menstabilkan pendapatan jangka panjang.

PT Petrosea Tbk. (PTRO) tengah berada dalam fase transformasi bisnis. Emiten jasa pertambangan ini mulai mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha dengan memperluas portofolio ke berbagai sektor pendukung, termasuk layanan kesehatan.
Langkah tersebut mencerminkan strategi jangka panjang Petrosea untuk menjaga pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil di tengah siklus komoditas yang fluktuatif.
Konteks Strategi Diversifikasi
Selama bertahun-tahun, Petrosea dikenal sebagai pemain utama di jasa pertambangan, khususnya batu bara. Namun, volatilitas harga komoditas mendorong perusahaan untuk mengembangkan sumber pendapatan baru di luar bisnis inti.
Strategi yang diambil mencakup pertumbuhan organik melalui perolehan kontrak baru, serta pertumbuhan anorganik lewat akuisisi dan pendirian entitas usaha baru. Pendekatan ini bertujuan menjaga kesinambungan pendapatan tanpa mengorbankan margin secara signifikan.
Pergerakan Saham dan Persepsi Pasar
Sepanjang 2025, saham PTRO mencatatkan kenaikan tajam, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek ekspansi dan kinerja perusahaan. Namun, lonjakan harga saham tersebut juga membuat investor semakin selektif dalam menilai keberlanjutan pertumbuhan ke depan.
Dalam konteks ini, pergerakan saham lebih mencerminkan ekspektasi pasar terhadap strategi jangka panjang Petrosea, bukan semata-mata kinerja jangka pendek.
Ekspansi ke Layanan Kesehatan
Sebagai bagian dari diversifikasi, Petrosea mendirikan PT Kinarya Medika Selaras (KIMS) bersama anak usahanya, PT Rekakarsa Karya Nusantara. Entitas ini bergerak di bidang layanan kesehatan dan aktivitas pendukungnya.
Manajemen menyampaikan bahwa pembentukan KIMS bertujuan memperkuat dukungan operasional internal, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis non-tambang yang lebih defensif dan tidak terlalu bergantung pada siklus komoditas.
Meski kontribusinya terhadap pendapatan saat ini masih terbatas, langkah ini menjadi sinyal arah transformasi model bisnis Petrosea ke depan.
Komposisi Kontrak yang Semakin Beragam
Diversifikasi Petrosea juga tercermin dari komposisi kontrak yang semakin berimbang. Hingga semester I/2025, batu bara termal masih menjadi kontributor terbesar, namun porsinya terus menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, kontribusi dari nikel, batu bara metalurgi, serta mineral lain seperti emas dan tembaga mulai meningkat. Pergeseran ini mengindikasikan upaya Petrosea mengurangi risiko ketergantungan pada satu komoditas tertentu.
Kontrak Baru dan Akuisisi Strategis
Petrosea mencatat perolehan kontrak baru bernilai miliaran dolar AS hingga semester I/2025. Kontrak-kontrak ini berasal dari berbagai sektor, termasuk pertambangan, konstruksi, dan rekayasa.
Selain itu, akuisisi mayoritas saham Scan-Bilt Pte. Ltd. menjadi bagian dari strategi ekspansi regional Petrosea, khususnya di kawasan Asia Pasifik dan Oceania. Akuisisi ini memperkuat lini bisnis EPC dan migas, serta membuka peluang proyek lintas negara.
Kinerja Keuangan dan Tantangan ke Depan
Dari sisi keuangan, Petrosea mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid hingga kuartal III/2025. Kinerja ini didukung oleh peningkatan aktivitas proyek dan diversifikasi sumber pendapatan.
Namun, ekspansi agresif juga membawa konsekuensi berupa peningkatan liabilitas dan kebutuhan belanja modal yang lebih besar. Oleh karena itu, kemampuan manajemen dalam menjaga efisiensi dan disiplin keuangan menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan strategi ini.
Kesimpulan
Strategi diversifikasi Petrosea menunjukkan upaya perusahaan untuk beradaptasi dengan dinamika industri dan mengurangi ketergantungan pada siklus komoditas. Masuknya PTRO ke sektor non-tambang, termasuk layanan kesehatan, masih berada pada tahap awal, namun mencerminkan arah transformasi jangka panjang.
Ke depan, keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh eksekusi, kontribusi nyata dari bisnis baru, serta kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko keuangan.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bertujuan memberikan analisis umum. Bukan merupakan rekomendasi investasi.