Membaca Prospek PANI dan CBDK Menjelang 2026 di Tengah Dinamika Sektor Properti
PANI dan CBDK tetap mencatat kinerja relatif solid di tengah perlambatan sektor properti. Dukungan kebijakan dan kekuatan fundamental menjadi faktor utama yang menopang prospek menuju 2026.

Di tengah kondisi sektor properti yang belum sepenuhnya pulih, dua emiten pengembang kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), masih menunjukkan daya tahan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan rata-rata industri.
Pergerakan saham keduanya dalam enam bulan terakhir cenderung stabil hingga menguat, meski secara tahunan masih terjadi fluktuasi. Hal ini mencerminkan persepsi pasar yang menilai fundamental bisnis PANI dan CBDK relatif lebih defensif di tengah tekanan makroekonomi.
Konteks Kebijakan dan Sektor Properti
Salah satu faktor eksternal yang menopang sektor properti adalah kebijakan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% hingga 2027 untuk rumah dengan harga tertentu.
Kebijakan ini dinilai membantu menjaga minat beli, terutama di segmen menengah ke atas, meskipun dampaknya tidak merata ke seluruh pengembang. Emiten dengan bank tanah matang, proyek berjalan, dan daya serap pasar yang stabil cenderung lebih diuntungkan.
Pergerakan Saham PANI: Koreksi Tahunan, Stabil Jangka Menengah
Hingga pertengahan Desember 2025, saham PANI masih bergerak di bawah puncaknya awal tahun, namun tetap mencatat penguatan dalam enam bulan terakhir.
Secara year-to-date, saham ini masih terkoreksi, mencerminkan aksi penyesuaian valuasi setelah reli signifikan sebelumnya. Meski demikian, stabilitas pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda.
Kapitalisasi pasar PANI yang besar juga membuat saham ini lebih sensitif terhadap sentimen makro dan perubahan ekspektasi investor jangka panjang.
Saham CBDK dan Persepsi Pertumbuhan
Berbeda dengan PANI, saham CBDK mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang 2025. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan dan progres proyek yang relatif konsisten.
Meski demikian, kenaikan harga saham yang agresif juga membuat sebagian investor mulai lebih selektif dalam menilai valuasi ke depan. Dalam konteks ini, pergerakan saham CBDK mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang cukup tinggi terhadap kinerja bisnisnya.
Fundamental Keuangan PANI
Dari sisi fundamental, PANI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat hingga kuartal III/2025. Pendapatan meningkat signifikan seiring percepatan serah terima unit residensial dan kontribusi produk komersial.
Margin laba yang tinggi menunjukkan efektivitas pengelolaan proyek serta posisi kawasan PIK sebagai salah satu area dengan permintaan relatif stabil. Total aset juga terus bertumbuh, mencerminkan ekspansi bisnis yang masih berjalan.
Kinerja ini menempatkan PANI sebagai salah satu pengembang kawasan dengan skala besar yang masih mampu menjaga profitabilitas di tengah tantangan industri.
Kinerja CBDK dan Strategi Bisnis
CBDK juga mencatatkan lonjakan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2025, seiring pertumbuhan pendapatan dan realisasi prapenjualan yang relatif sesuai dengan target yang telah disesuaikan.
Penyesuaian target prapenjualan mencerminkan pendekatan manajemen yang lebih konservatif dalam menghadapi kondisi makroekonomi dan perilaku konsumen yang semakin selektif.
Fokus pada proyek residensial dan komersial unggulan di kawasan PIK 2 tetap menjadi pilar utama strategi CBDK untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan jangka panjang.
Apa yang Perlu Dicermati Investor?
Meski PANI dan CBDK menunjukkan kinerja yang relatif solid, sektor properti tetap memiliki risiko struktural, antara lain ketergantungan pada kebijakan pemerintah, kondisi suku bunga, serta daya beli masyarakat.
Pergerakan saham kedua emiten ini tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan jangka panjang kawasan PIK sebagai pusat pengembangan properti terpadu.
Kesimpulan
Menjelang 2026, PANI dan CBDK masih berada pada posisi yang relatif lebih kuat dibandingkan banyak emiten properti lainnya. Dukungan kebijakan, kekuatan fundamental, dan strategi pengembangan kawasan menjadi faktor utama yang menopang prospek bisnis keduanya.
Namun, seperti sektor properti pada umumnya, keberlanjutan kinerja tetap bergantung pada kondisi makroekonomi dan konsistensi eksekusi proyek dalam jangka menengah hingga panjang.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bertujuan memberikan gambaran umum sektor dan emiten. Bukan merupakan rekomendasi investasi.