Saham GOTO Menuju Titik Balik? Proyeksi Kinerja dan Target Harga 2026

Pergantian manajemen dan perbaikan fundamental membuat analis memproyeksikan GOTO berpeluang mencetak laba pada 2026, dengan potensi kenaikan harga saham.

Saham GOTO Menuju Titik Balik? Proyeksi Kinerja dan Target Harga 2026
đź“…Friday, 19 December 2025
⏱️3 menit baca
#saham#emiten

Ringkasan Singkat

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dinilai berada pada fase krusial menuju titik balik kinerja. Pergantian manajemen, perbaikan profitabilitas operasional, serta ekspektasi balik laba pada 2026 menjadi faktor utama yang mendorong optimisme analis, meski risiko volatilitas masih membayangi.


Fakta Utama Pergerakan Saham dan Rekomendasi Analis

Pada perdagangan Kamis (18/12/2025), saham GOTO tercatat berada di level Rp65 per saham. Secara year-to-date (YtD) 2025, saham ini masih turun sekitar 8,45%, meskipun dalam enam bulan terakhir mulai menunjukkan pergerakan yang lebih stabil.

Berdasarkan data Bloomberg per 17 Desember 2025:

  • 24 dari 33 analis (72,7%) merekomendasikan beli
  • Sisanya memberikan rekomendasi hold
  • Target harga konsensus 12 bulan berada di Rp92,59 per saham

Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40% dari harga saat ini.


Fakta Proyeksi Kinerja Keuangan 2026

Optimisme analis juga tercermin pada proyeksi fundamental. Sebanyak 19 analis memperkirakan GOTO akan mencetak laba bersih pertama kalinya pada 2026, setelah sejak IPO masih membukukan rugi.

Rangkuman proyeksi konsensus:

  • Laba bersih 2026: Rp689,1 miliar
  • Estimasi rugi 2025: Rp776,4 miliar
  • Pendapatan 2025: Rp18,27 triliun (+14,99% YoY)
  • Pendapatan 2026: Rp21,18 triliun (+15,91% YoY)

Sebagai pembanding, pendapatan GOTO pada 2024 tercatat Rp15,89 triliun.


Analisis Kinerja & Penyebab Perbaikan

Perbaikan kinerja GOTO mulai terlihat dari sisi operasional. Sepanjang Januari–September 2025, GOTO untuk pertama kalinya mencatat laba sebelum pajak positif, didukung efisiensi biaya dan peningkatan kontribusi unit Gojek dan GoPay.

Pada kuartal III/2025:

  • EBITDA disesuaikan: Rp516 miliar
  • Laba sebelum pajak disesuaikan: Rp62 miliar

Secara kumulatif, EBITDA Grup 9M2025 mencapai Rp1,3 triliun, mendekati target tahunan, sehingga manajemen menaikkan panduan EBITDA 2025 menjadi Rp1,8–1,9 triliun.


Dampak Pergantian Manajemen

Dalam RUPSLB 17 Desember 2025, pemegang saham menyetujui pengangkatan Hans Patuwo sebagai Direktur Utama dan Group CEO. Manajemen baru menegaskan fokus pada:

  • Disiplin eksekusi
  • Pengendalian pembakaran kas
  • Penciptaan nilai jangka panjang bagi ekosistem

Analis menilai pergantian manajemen memberi sentimen positif, namun dampak fundamental diperkirakan bersifat bertahap, bukan instan.


Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski prospeknya membaik, GOTO masih menghadapi sejumlah risiko utama:

  • Volatilitas harga saham akibat sentimen jangka pendek
  • Ketergantungan pada keberlanjutan efisiensi biaya
  • Persaingan ketat di sektor layanan on-demand dan digital
  • Ketidakpastian terkait isu merger dan aksi korporasi lanjutan

JP Morgan juga mengingatkan bahwa potensi merger dapat menjadi katalis, namun berisiko mengganggu tren perbaikan profitabilitas jika tidak dieksekusi secara disiplin.


Kesimpulan

GOTO kini berada pada fase transisi dari perusahaan pertumbuhan menuju profitabilitas. Proyeksi balik laba pada 2026, didukung efisiensi operasional dan manajemen baru, menjadi fondasi utama optimisme analis. Namun, saham ini lebih tepat dipandang sebagai saham turnaround bertahap, dengan risiko volatilitas yang masih perlu diperhitungkan oleh investor.


Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data publik dan analisis independen untuk tujuan informasi dan edukasi. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.